Fish

Jumat, 01 Juni 2012

gadis pemalu

hai gadis pemalu
mukamu cemberut sambil dahi berkerut
melihat kami bermain dibalik kaca
kemarilah.....

hai gadis pemalu
tidakkah kau ingin berlarian
bersama kami bermain lemparan
dibawah guyuran hujan

hai gadis pemalu
tak perlu menahan diri
keluar dan ciumlah udara ini
bau tanah, dan daun daun yang basah.

tributte untuk tetanggaku yang baru yang masih canggung terhadap lingkungan baru.

Kamis, 03 Mei 2012

Luka bin Luka

sebentar lagi.....
Dia, Mereka, dan itu
datang itu pasyi
ditengah carut campur marut

Luka bin Luka kan kuasai dunia
tebar fitnah, tuhankan dirinya
sembari memanen dosa
pada-pada kita

Luka bin Luka akan hadir
Dia menguak takdir
jalannya dipenuhi lendir
punya pengikut orang kikir

sebentar lagi
sejengkal lagi
sudah ada tanda tanda
dunia sudah didekapnya.

rahasia senyum sabrina

Kau gadis yg berbeda.
Senyummu terlalu mahal untuk di umbar.
Saat dunia membelakangimu
Saat sahabat lepaskan gengaman
Kau lukiskan senyum entah untuk siapa.
Kau terhenti Menatap langit
melihat sosoknya yang telah pergi
dan cerminpun kau belah!
Percuma menghibur diri, karena ku tahu kau terluka, hingga air matamu kering dan tak bisa lagi melawan.
Oh Sungguh kisahmu begitu berbeda, benag merah hidupmu terlukis pilu di senyummu yg bagaikan bulan separuh di antara awan hujan yg kelam!
Tributte to My Brother!

Anda memikirkan orang lain, tetapi Allah selalu memikirkan kita

Mengapa kita selalu mengeluh? padahal kita tinggal berdoa apa yg kita mw pada Allah.
Mengapa kita merasa sendiri? padahal Allah lebih dekat dari Urat leher.
Mengapa kita Putus asa?
padahal Allah tdk memberikan ujian melebihi kemampuan umatnya.
Mengapa kita sombong?
padahal Allah menciptakan kita dari tanah.
Dan Mengapa kita memikirkan orang lain?
padahal Allah selalu memikirkan kita.
Jangan bicara pada Allah kalau kamu punya masalah, Tapi bicara pada Masalah kalau kamu punya Allah yg maha penganyang.
ABB

insomnia

malam ini kembali mataku sulit terpejam.
ntah apa yg mengganjal di hati seakan malam tak ingin kehilanganku.
hanya bisa terjaga dan merasakan suasana dingin dan damainya malam, namun mencekam.
sesat terlintas kejadian di siang hari yg selalu itu, tak ada yg special.
mungkin malam menyuruh aku merenung dan sadar bahwa siang hari terlalu bising untuk berpikir dan berkarya.
ku ambil gitar, pena , dan kertas bekas dan mulai kutulis sebuah lagu yg mengantarkanku pada "Pagi yg hangat".
ABB

kemarin

kemarin langit masih murung
duka langit belum pudar
menangis seakan ditinggal pergi
seorang yang si kenalnya

apa yang membuatmu menangis?
kami, dosa kami, atau aku?
bumi berkata padaku
mengapa kau terus bersedih?

kemarin seluruh alam basah
dirundung duka dingin dan kesepian
pelukan hangatmu kami rindukan
di pagi yang cerah dan berwarna

ABB

pesona pagi

ku terbangun dari rantai tidur yang membelenggu
mencoba keluar dari kulit telur kemalasan
ku cuci mataku dengan jari
kupaksakan setengah kesadaranku bangun

saat ku buka jendela, sang embun menari di atas hidungku
bersua dengan semerbak harumnya daun daun yang basah
yang mengingatkan pada kebesaranNYA

guratan cahaya merah masih di ufuk timur
masih malu menampakkan wajahnya
sementara suara suara manusia mulai memenuhi ruang udara

Raga ini masih belum mampu beranjak
beranjak dari kemalasan yang tertinggal
pesona pagi sedikit membuat mataku segar
dan membuat hatiku bersih

siang itu panas karena matahari
malam dingin karena kehampaannya
dan pagi itu sejuk karena keduanya
pesona pagi yang selalu ku kagumi.

Angga Bachtiar
renungan di saat pagi.